behind every beautiful thing there's some kind of pain

Home » Post Item » ini hari

ini hari

May 8, 2009

pagi yang diselimunti kabut

sepeda janda berderet parkir berebut lapak di sebuah pasar
kupluk putih berjalan ke arah barat
mata merah dan segaris mencari tempat merebahkan penat
susu ibu dinanti sang kecil

diapun beranjak, kabut perlahan pergi meninggalkannya
riuh pasar menghidupkan suasana
eh…
anak itu berlari mengejar cita-cita
bu..
ibu menggiring mereka dengan daster-daster lusuhnya
dan
terlihat betapa gagahnya orang ini
dengan garang dia berkata
“ma..papa berangkat kerja dulu ya”
sambil mencium kening sang mama tercinta

ketika ubun-ubun terasa panas
riuh pasar mulai tenggelam
berjuta orang berteduh di dinginnya ac mall
mengharap dialah orang yang “paling” diantara banyaknya orang yang berpikiran sama
raut wajah itu melihatkan keangkuhan yang ada
mata-mata ini menjadi liar
dan kantungpun tebal

ow…ternyata panas pada ubun-ubun mulai mereda
pasar kembali berkumandang
dinginnya mall memanggil lebih banyak materi yang datang
hahahahaha…
ada juga yang bermain catur sambil menikmati secangkir kopi pahit wak soleh
dan tidak sedikit yang mencicipi cappuccino dengan taburan chocolate granules sedikit buih menumpuk menambah nikmatnya aroma obrolan ini dan itu

senja hadir
nuansa merah memperlihatkan decak kagum sang penyair
siluet-siluet manis menghiasi lembaran-lembaran memori kelak
sepeda itu mulai menghilang
kupluk putih berjalan kembali ke barat
cita-cita mereka dipendam untuk besok
mata yang tadinya merah segaris menjadi putih bersih dengan misi baru
ribuan kepala silih berganti memasuki bilik-bilik penawaran yang indah nian dilihat
sang pangeran datang membawa pesan

dan sekarang kegelapan menyelimuti hari
orang-orang tadi kembali ke peraduannya
bersama menghadap ke barat
merebahkan badan
memejamkan mata
memimpikan esok hari

gelapnya hari membawa kita pada kesamaan
menyatakan betapa lemahnya kita dihadapan sang pencipta
DIA tersenyum manis
insan manusia tidak lebih dari tumpukan ikan asin yang siap di pasarkan keesokan harinya
tidak ada yang lebih mulia ini hari ketika kita lupa siapa kita sebenarnya…

wassalam,
wendy.darmawan

Posted by bear at 1:40 am | permalink

All comments are moderated. Your comments will not appear here unless approved by the blog owner. Thank you.

Add a comment