kegelisahan dalam benakku ketika gambar-gambar itu tersenyum manis
menarik hati setiap orang yang melihat
aku yang dirudung kain merah di balut sehelai kain putih mencari celah dibalik jeruji tak bertepi
hari-hariku yang datang membawa ujung yang terkoyak oleh senyumannya
hai…
rentan kita bersenandung
bersyair tempo dulu
melantunkan lagu-lagu klasik yang dibalut senyum penuh ambisi mereka
tidak akan merdu terdengar itu semua
hai…
apa yang kamu lihat sekarang?
kenapa hanya senyum yang kau lebarkan
ribuan kawan menunggu kau bergerak
ribuan kawan menunggu kau bertindak
ribuan kawan menunggu kau menangis
jari yang tercoret atas dasar fatwa yang mengerikan
menanggung semua beban yang kelak akan berimbas pada jiwa yang kosong
itulah kenapa kematianku kemaren jatuh pada senyuman yang kelak menjadi murung
bukan maksud terlaku murung
tapi garis tak akan lurus
kawan…
mari kita rajut kembali
menyatukan serpihan masa
menjadi masa yang indah
KAPAN???