behind every beautiful thing there's some kind of pain

Home » Post Item » campur aduk

campur aduk

August 26, 2009

saat ini

tak ada hari yang tak bersemi

tak ada makna yang tak berarti

suratan tangan jatuh ke hati

memandang engkau yang kunanti

 

nanti

senja merambah peraduanku

aku terhenyak dalam kebisuanku

aku tersentak dalam kerinduanku

senja itu membawaku dalam penantian

 

hati anak adam

sebuah kisah akan bercerita

seuntai benang mulai terikat

secercah harapan yang dinanti

mengikat kasih di sanubari

jiwa yang melayang telah di bumi

raga yang hilang telah kembali

anak adam bersaksi

kepada rembulan yang menyinari hati

 

kisah berlanjut pada masa yang baru

buku ini mulai lusuh

tulisannya mulai luntur

anak adam tetap teguh

walau rembulan mulai redup

 

bintang datang membawa cerita baru

kisah kasih bergulir kembali

 

wahai anak adam

lihatlah ke depan

dengarlah sekelilingmu

belajarlah kebelakang

rasakanlah hari-harimu

jalanilah kewajibanmu

tanggung jawab telah menunggu

 

anak adam kembali kepada sang adam

 

rindu

kutuliskan sajak cinta buatmu

kupilihkan kata-kata terindah buatmu

kulukiskan pada kanvas terbaik buatmu

kuceritakan tentang manisnya senyummu

kurasakan kecupan mesramu

kupetik bunga tercantik untukmu

dan kuberikan hati ini hanya padamu

 

akankah kau yang pertama dan terakhir buatku?

 

doaku

mengiringi setiap hembusan nafasmu

mengiringi setiap langkahmu

mengiringi setiap harimu

menemani setiap arahmu

 

aku disini merindukanmu

 

dan yang mati

sejauh mana senja menenggelamkan sang surya

menaruh amarah yang tak kunjung padam

manambah duka di mata

anak cucunya

 

hati yang menyulut api

menjaga kesetiaan yang habis terbakar

menangislah diri atas nama yang utuh

manambah luka yang teredam oleh waktu

 

ketika badan mulai terusik oleh goresan tak bernyawa

dan hampa

lemas tak kunjung hilang

merambah kepasrahan pada sang pencipta

 

seutas tali semakin rapuh

segumpal harapan tidak lestari

separuh jaman menyentil mati

 

di tanah yang suci

dia terkubur untuk selanjutnya di curi

 

ooo…

mentari masih saja menari

berkilah bersilat lidah

mencari alibi yang akan bersih kembali

memampang muka yang paling suci

dihapannya para pemimpi

karena hatinya telah terkunci

 

dan yang mati

tetap sembunyi

 

semuanya pasti sirna

pesan ini akan kembali

tidak ada balasan yang tidak abadi

tidak ada balasan yang tidak diuji

mentari telah tenggelam

membawa pesan pada manusia

memberi waktu yang tak akan sirna

menghisap nadir kembali pada-Nya

 

wassalam,

wendy.darmawan

sekolah…sekolah…sekolah…

 

Posted by bear at 10:45 pm | permalink

All comments are moderated. Your comments will not appear here unless approved by the blog owner. Thank you.

Add a comment