behind every beautiful thing there's some kind of pain

Home » Post Item » ceritaku

ceritaku

September 6, 2009

Ceritaku

Thursday, September 03, 2009

11:08 PM

 

Pernah ada sebuah kejadian, dimana ada seorang pemuda yang dilahirkan dan besar di sebuah kota besar di Negara ini yaitu Medan-Sumatra Utara. Ketika itu dia sedang menimba ilmu di pulau Jawa.

 

Suatu hari dia sedang ngobrol-ngobrol ringan dengan seorang wanita yang dia cintai, mungkin karena asik ngobrol akhirnya dalam sebuah kesempatan dia bertanya tentang sesuatu hal yang dianggapnya adalah sebuah persoalan karena dia mendapat undangan dari seorang teman dan dia kurang enak hati untuk menghadiri undangan tersebut dengan 1 atau 2 hal

“terus, kenapa rupanya kalau aku ga datang?” tanya pemuda tersebut 

wanita tersebut menjawab dengan spontan “rupanya siapa mas? dan akhirnya mereka pun saling tersenyum.

 

Ada satu peristiwa ketika pemuda yang berasal dari Medan tersebut menghadiri sebuah rapat organisasi. Dia menjadi pimpinan rapat pada waktu itu, pambahasan demi pambahasan terjadi, agenda demi agenda dibicarakan, masalah demi masalah di rembuk pada waktu itu. Dan ketika tiba saatnya untuk menyatakan sikap yang nantinya akan dijadikan sebagai hasil dari rapat ketika itu, si pemuda tersebut ingin menekankan kembali

“jadi, untuk selanjutnya kita akan menyepakati hasil dari pertemuan kita malam ini, cemana?”

tanpa sadar salah seorang dari peserta rapat yang kebetulan dilahirkan di Madura menjawab

“cem-macem…” jawabnya,

 kontan ketika itu pula suasana rapat yang tadinya tegang menjadi pada rileks semua mendengar percakapan terakhir tadi.

 

Mungkin ketika pemuda yang berasal dari Medan tersebut berada di salah satu pulau daerah Indonesia Timur, dan terjadi sebuah percakapan antar individu dimana suasana ketika itu sedang ada perbaikan instalasi listrik dari petugas PLN pada sebuah rumah, dan si pemilik rumah berkata kepada pemuda tersebut untuk mematika listriknya terlebih dahulu sebelum di perbaiki

“eh tolong kau bunuh dulu listriknya” dan kontan si pemuda yang dilahirkan di Medan tersebut takut karena dia menyangka bahwa dia disuruh membunuh petugas PLN tersebut.

 

Dan banyak lagi contoh-contoh yang menjadikan negara kita ini sangat kaya, ini baru masalah penggunaan Bahasa Persatuan kita dengan khasanah-khasanah dari masing-masing kota yang menjadi bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)

Inilah salah satu dari makna yang terkandung di sebuah pita yang cengkram kuat olah sang Garuda “Bhinneka Tunggal Ika”

 

Wassalam,

Wendy.darmawan

Posted by bear at 11:48 pm | permalink

All comments are moderated. Your comments will not appear here unless approved by the blog owner. Thank you.

Add a comment